Candi-Candi Kecil nan Indah di Sekitar Candi Prambanan

Kawasan Prambanan merupakan harta karun arkelogi bagi bangsa Indonesia. Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan masa lalu berupa candi baik candi Buddha maupun Hindu. Yang paling besar dan terkenal tentu saja Candi Prambanan yang merupakan komplek candi Hindu terbesar di Indonesia. Namun tak banyak orang tahu bahwa di sekitar candi ini terdapat banyak candi-candi lainnya. Walau tidak sebesar candi Prambanan, candi-candi ini memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri yang menjadi nilai lebih dari candi tersebut.

Candi-candi tersebut antara lain: Candi Plosan, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Sojiwan, dan Candi Banyunibo. Semuanya merupakan candi-candi yang dibangun oleh para lelur bangsa Indonesia sebagai bentuk terima kasih kapada alam dan sebagai tempat peribadatan. Dalam artikel ini kami akan mengulas secara singkan mengenai keunikan candi-candi tersebut yang bisa menjadi tanbahan informasi saat mencari paket tour murah di Jogja.

  1. Candi Plaosan

Candi Palosan terletak sekitar 1 kilometer di sebelah timur laut Candi Prambanan. Candi ini merupakan candi Buddha yang dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan dari Kerajaan Medang atau biasa dikenal dengan kerajaan Mataram Kuno. Candi ini terdiri dari 2 bagian yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul dan yang biasa dikunjungi oleh wisatawan adalah Candi Plaosan Lor.

Candi Plaosan Lor memiliki 2 candi utama. Candi yang terletak di sisi utara menggambarkan tokoh-tokoh wanita dan candi yang terletak disebelah selatan menggambarkan tokoh-tokoh pria. Disekeliling 2 candi ini terdapat candi-candi pendamping yang sebagaian masih uruh namun sebagian sudah runtuh. Keindahan candi ini tak diragukan lagi, banyak wisatawan lokal yang menghabiskan waktu mereka ke tempat ini. Banyak juga fotografer yang mengabadikannya dan menjadikan tempat ini sebagai tempat pre-wedding.

2. Candi Ijo

Candi ini dinamai sesuai dengan nama bukit yang menjadi lokasi candi ini yaitu Bukit Ijo. Lokasi candi ini berada 5 kilometer arah tenggara Candi Prambanan.  Candi Ijo merupakan candi dengan corak agama Hindu. Dibangun pada abad ke-10 hingga abad ke-11 pada masa kerajaan Medang. Terdapat beberapa buah candi dengan berbagai ukuran yang menurut perkiraan merupakan tempat pemujaan para dewa.

Karena candi ini berada di atas bukit maka pemandangan yang dari atas candi sangatlah indah. Lokasi ini merupakan tempat favorit bagi para wisatawan lokal untuk menikmati pemandangan disaat senja. Waktu terbaik di tempat ini adalah di saat sore hari, saat matahari terbenam di ufuk timur. Oleh karena itu candi ini sangat ramai di sore hari.

3. Candi Barong

Candi Barong sama seperti Candi Ijo, berada di tenggara Candi Prambanan. Candi bercorak agama Hindu ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 hingga abad-10 pada masa kerajaan Medang. Bangunan candi memiliki pintu masuk di sebalah barat lalu terdapat lahan berundak tiga. Di teras pertama dan kedua tidak terdapat bangunan, hanya berupa lahan kosong. Bagian teras tertinggi terdapat dua buah bangunan candi yang diperkirakan sebagai tempat pemujaan.

Dibandingkan dengan candi-candi lainnya, candi ini relatif tidak populer dan tidak ramai penggunjung. Walau begitu candi ini bisa menjadi alternatif objek wisata candi yang ada di kawasan Prambanan. Pemandangan di tempat ini juga sangat indah. Wisatawan bisa memandangi indahnya alam dari atas candi atau menikmati keindahan candi.

Demikan candi-candi yang yang ada di dekat Candi Prambanan. Candi-candi tersebut bisa menjadi alternatif wisata bagi para pecinta sejarah dan arkelogi yang sedang berwisata di Jogja. Masih banyak tempat wisata lainnya yang tentusaja tidak kalah menarik yang akan kami bahas dilain kesempatan.

 

Air Terjun Populer di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta

Dianugrahi kekayaan alam yang luar biasa, Kabupaten Kulonprogo memiliki objek wisata yang lengkap. Disisi utara, kabupaten ini memiliki Pegunungan Menoreh yang menyimpab berbagai macam harta karun berupa bukit, air terjun, waduk, sungai dan masih banyak lagi. Dibagian selatan terdapat jajaran pantai-pantai seperti: Pantai Glagah, Congot dan sebagainya.

Di artikel ini kami akan membahas mengenai air terjun yang ada di Kulonprogo. Sebagai daerah yang dilalui oleh Pegunungan Menoreh, kabupaten ini memiliki beberapa buah air terjun yang indah dan unik antara lain Air Terjun Kedung Pedut, Air Terjun Grojogan Sewu, Air Terjun Kembang Soka, Air Terjun Setawing dan masih banyak lagi. Berikut penjelasan secara singkat mengenai objek wisata tersebut sebagai referensi bagi Anda:

  1. Air Terjun Kedung Pedut

Air Terjun atau Curug Kedung Pedut adalah salah satu air terjun yang ada di Kulonprogo. Diapit oleh dua buah bukit, curug ini menjadi primadona bagi para wisata bagi para wisatawan lokal maupun yang berasal dari luar daerah. Air Terjun Kedung Pedut terletak di Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Gilimulyo, Kulonprogo dan berdekatan dengan air terjun Kembang Soka.

Keunikan air terjun ini adalah airnya berwarna hijau tosca yang membuat mata setiap pengunjung menjadi sejuk. Terdapat pula kolam-kolam alami yang bisa digunakan untuk bermain air atau mandi di kawasan ini. Segarnya air pegunungan akan membuat Anda tergoda untuk mandi atau sekedar bermain air di air terjun ini.

  1. Air Terjun Kembang Soka

Berdekatan dengan Air Terjun Kedung Pedut, air terjun ini juga menjadi destinasi populer bagi warga lokal maupun dari luar daerah. Letak air terjun ini di Dusun Gunung Kelir, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo. Akses menuju tempat ini tidaklah susah, pemerintah daerah sudah meperbaiki akses jalan dan juga petunjuk arah ke tempat ini.

Air terjun ini sangat cantik dan unik karena airnya memiliki dua warna, yaitu warna putih dan hijau toska. Selain warna airnya yang berbeda, bebatuan di kawasan ini juga berbeda. Batuan dasarnya berwarna kuning sedangkan warna bebatuan di tebing sebelah kiri air terjun berwarna merah yang membuat pemandangan menjadi lebih menarik.

  1. Air Terjun Setawing

Curug ini berlokasi di Desa Jatimulyo Kec. Girimulyo, Kulonprogo. Lokasi air terjun sangat mudah ditemukan, Anda tak perlu tersesat karena sudah tersedia papan petunjuk arah sepanjang jalan Godean hingga ke lokasi air terjun. Perjalanan pun akan terasa nyaman karena jalan telah diaspal mulus dan banyak pemandangan indah selama perjalanan.

Air terjun Setawing memiliki ketinggian 45 meter, paling tinggi dibandingkan dengan air terjun yang ada di kawasan Kulonprogo. Di kawasan air terjun ini menawarkan pemandangan air terjun yang menawan, air yang jatuh ke bawah mengalir dengan lembut ditambah bebatuan bebatuan gamping berwarna keemasan yang memperindah air terjun ini.

Demikian penjelasan mengenai air terjun yang ada di Kabupaten Kulonprogo. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi tambahan informasi atau referensi bagi Anda yang ingin berwisata ke Kulonprogo, Yogyakarta.